Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata


Tinggalkan komentar

Seperti ketika kecil memaksa

ingin rebah di dada ibu

 

samar suara rindu menggelincir

aliri pembuluh nadi

seperti ketika memaksa

ingin berlari kearahmu

 

Puisi Bungkam

9 Mei 2010

Iklan


Tinggalkan komentar

Namira

Namira, mengapa tak kau tulis saja puisi ?

seperti doa yang kau rebahkan di malam yang pucat

di antara kelopak waktu dan kabut cinta

sebagai pertanda yang kau tulis dimimpi-mimpi

 

Rini Intama- ktbm, Juni 2012


1 Komentar

Menunggu pelangi

tak ingin memulas warna apapun

pada kertas yang akan kukirim padamu selain putih

karena di atas putih kita menyimpan warnawarna yang pernah ada di tepian mimpi

seperti saat kita berlari di batas lengkung langit menunggu Pelangi sehabis hujan

 

Puisi di sepanjang Broadway

Rini Intama 7 maret 2011 ( dalam buku Gemulai Tarian Naz)


Tinggalkan komentar

Secawan rindu

pesan  di desa Palak kutulis manis buat eremde

tentang aroma tanah, rasa lelah dan secawan rindu

dipuncak bebatu dan kebun edelweiss

 

 

 

Rini Intama – 2011

Puisi : Besakih dan aroma bunga

 

 


Tinggalkan komentar

Kamboja merah muda

meronce mimpi dan bulan yang menusuk malam

lalu matahari akan merahasiakannya esok pagi

 

Perempuan berkebaya ungu,  sanggul panjang menjuntai kesamping

 

Meyelipkan kamboja merah muda di telinga

 

 

 

Rini Intama -2100

 

Puisi Besakih dan aroma bunga

 

 

 

 

 

 


Tinggalkan komentar

Ilalang

bukankah kau ingat juga tentang surat kecil yang ku layangkan ? 

dimana aku tinggalkan catatan itu lalu jatuh di bukit ilalang

terbawa angin dalam kidung rindu yang hilang

Rini Intama – Amara dalam episode setangkai Edelweis

2011


Tinggalkan komentar

Sepanjang Broadway

Kota dingin, karena kabut malam mulai menutupi sebagiankota

perlahan menyusuri cafecafe sepanjang broadway

Kutulis tentang malam di atas sepatu merahku

dan di secangkir kopi panas ketika duduk di café toast sudut jalan

sesekali melihat bayangmu di langit antara batas cahaya dan gelap

 

Di sepanjang Broadway,   kulukis ribuan warna rindu yang ingin kutawarkan malam ini.

 

Puisi di sepanjang Broadway

Rini Intama 7 maret 2011 ( dalam buku Gemulai Tarian Naz)