Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata


Tinggalkan komentar

Rini Intama dan Puisi (2)

Rini Intama, pendidik, penulis lahir tanggal 21 Februari di Garut, Jawa Barat, aktifitas mengajar dan menulis.  Menulis puisi, cerpen dan novel.  Anggota Komite Sastra “Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang”,  Aktif di Komunitas Saung Sastra Tangerang dan beberapa komunitas Sastra di Tangerang. Buku karya tunggal KIDUNG CISADANE, Sejarah dan Budaya Tangerang dalam Puisi (Kosakatakita), 2016. Meraih Anugerah 5 buku puisi terbaik Hari Puisi Indonesia 2016.   PANGGIL AKU LAYUNG.  Sebuah Novel (Kosakatakita), 2015, A YIN,   kumpulan cerpen (Kinomedia), 2014. Kisah ini dpentaskan di Drama Teater Universitas Muhamadyah Tangerang,  TANAH ILALANG DI KAKI LANGIT,  Kumpulan puisi (Penerbit Senja), 2014, GEMULAI TARIAN NAZ,  Jejak sajak Rini Intama (Q Publisher), 2011. Dan puluhan buku antologi bersama.

 

 

 

Iklan


Tinggalkan komentar

Sejarah dan Budaya Tangerang

Sejarah Dan Budaya Tangerang” Tempo Doeloe” Tangerang merupakan kota yang sangat strategis yang dekat dengan Jakarta, sejarah Tangerang, yang tidak bisa dilepaskan dari empat hal utama yang saling terkait. Keempat hal itu adalah peranan Sungai Cisadane; lokasi Tangerang di tapal batas antara Banten dan Jakarta; status bagian terbesar daerah Tangerang sebagai tanah partikelir dalam jangka waktu lama dan bertemunya beberapa etnis dan budaya dalam masyarakat Tangerang. Sungai Cisadane membujur dari selatan didaerah pegunungan ke utara di daerah pesisir. Sungai ini amat berperan penting dalam kehidupan masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) hingga dewasa ini. Yang berubah hanyalah jenis peranannya. Sejak zaman kerajaan Tarumanegara (abad ke-15) hinggga awal zaman Hindia Belanda (awal abad ke-19), sungai ini berperan sebagai sarana lalu lintas air yang menghubungkan daerah pedalaman dengan daerah pesisir. Disamping itu, sungai Cisadane juga menjadi sumber penghidupan manusia yang bermukim di sepanjang DAS ini. Antara lain untuk mengairi areal persawahan dan perikanan di daerah dataran rendah bagian utara Tangerang. Sejarah Tempo Dulu

Kidung Cisadane  –  Pemenang 5 Buku Puisi Terbaik 2016  Yayasan Hari Puisi Indonesia


Tinggalkan komentar

Gedung Kesenian Sulsel Societeit de Harmonie

Bangunan gedung Societeit de Harmoni yang berciri Eropa abad XIX dengan gaya Reneisance ini bisa juga dianggap sebagai gedung serba guna di zamannya, gedung ini tidak hanya untuk acara kesenian, tetapi juga menjadi tempat pertemuan Gubernur, Walikota, dan pejabat tinggi militer Belanda. Bahkan tidak jarang Gubernur Jenderal Belanda mengundang orang-orang China kaya untuk menghadiri pesta yang diadakan di gedung ini.

Sejarah mencatat gedung kesenian ini dibangun pada tahun 1896 berdampingan dengan kantor gubernur yang saat itu berstatus sebagai Gubernur Celebes(sekarang gedung Balaikota Makassar) dan di sebelah selatannya terdapat Fort Rotterdam serta pemukiman orang-orang Belanda yang disebut Vladingen.

Makassar2

Societeit de Harmonie dibangun ketika pemerintah kolonial Belanda menjadikan kota Makassar sebagai kota pemerintahan dan kota niaga. Di gedung inilah orang-orang Belanda,orang-orang China kaya, dan segelintir kalangan bangsawan pribumi dihibur dengan tonil,drama, dan sandiwara yang merupakan karya para dramawan Eropa terkenal tapi dimainkan secara amatir oleh pemain-pemain drama lokal.

“Hawaian” merupakan salah satu kelompok music yang cukup terkenal saat itu. Kelompok Hawaian yang anggotanya adalah orang-orang Ambon eks KNIL ini tampil secara berkala di gedung itu. Barulah pada pertengahan tahun 1900-an, pihak pengelola gedung mendatangkan rombongan pemain sandiwara dari Belanda dan beberapa Negara Eropa. Group-group tonil dan pemain drama ini biasanya mampir di Makassar, setelah berpentas di Schouwburg Weltevreden di Batavia yang sekarang menjadi Gedung Kesenian Jakarta.

Pada masa pendudukan Jepang, Societeit de Harmonie dijadikan sebagai Balai Pertemuan Masyarakat, selain digunakan untuk rapat-rapat dan kepentingan pemerintah Jepang, gedung ini tetap juga difungsikan sebagai tempat pertunjukan seni, terutama pertunjukan sandiwara. Pemerintah Jepang memberi kesempatan kepada sejumlah grup sandiwara yang terbentuk dari kalangan seniman untuk tampil di gedung tersebut. Langkah itu dilakukan dengan tujuan menarik hati masyarakat pribumi. Namun sangat memprihatinkan, sebab pada masa itulah kondisi dan kelengkapan bangunan mulai hilang dan rusak.

Sementara grup-grup kesenian yang merupakan bentukan Jepang satu persatu mulai berguguran setelah Jepang angkat kaki meninggalkan Makassar. Sebagai gantinya, lahirlah beberapa grup seniman muda. Sayang sekali setelah kepergian Jepang, grup-grup seniman itu tidak dapat tampil secara langsung di Societeit de Harmonie disebabkan orang-orang Belanda, Keturunan Cina, dan golongan pribumi tertentu kembali menguasai gedung itu.

Kini gedung sedang Direnovasi dan Dilindungi Sebagai Asset Peninggalan Bersejarah.Dengan status kepemilikan negara dan dikuasai oleh Pemprov Sulsel, Societeit de Harmonie merupakan aset peninggalan sejarah yang dilindungi undang-undang.


1 Komentar

Jalan-jalan ke Makassar Sulawesi Selatan

makassar1

Makassar2

 


Makassar4

 

Fort Rotterdam ini awalnya dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa X dengan nama Benteng Ujung Pandang. Di dalamnya terdapat rumah panggung khas Gowa di mana Raja dan keluarganya tinggal. Pada saat Belanda menguasai are Banda dan Maluku, mereka mutuskan untuk manaklukkan Kerajaan Gowa agar armada dagang VOC dapat masuk dan merapat dengan mudah di Sulawesi. Dalam usahanya menaklukkan Gowa, Belanda menyewa pasukan dari Maluku. Selama setahun lebih Benteng digempur, akhirnya Belanda berhasil masuk serta menghancurkan rumah Raja dan seisi Benteng. Pihak Belanda memaksa sultan Hasanuddin untuk menandatangani Perjanjian Bongaya pada tahun 1667, dimana salah satu pasal dalam perjanjian tersebut mewajibkan Kerajaan Gowa menyerahkan Benteng kepada Belanda.

Setelah Benteng diserahkan kepada Belanda, Benteng kembali dibangun dan ditata sesuai dengan arsitektur Belanda kemudian namanya diubah menjadi Ford Rotterdam. Benteng ini kemudian digunakan sebagai pusat pemerintahan   dan penampungan rempah-rempah di Wilayah Indonesia Timur. Pada masa penjajahan Jepang, Benteng ini difungsikan sebagai pusat studi pertanian dan bahasa. Kemudian TNI dijadikan sebagai pusat komando. Dan sekarang Benteng ini menjadi pusat kebudayaan dan seni.

Di dalam Benteng ini terdapat beberapa ruang tahanan/penjara yang slaah satunya digunakan untuk menahan Pangeran Diponegoro. Selain itu, terdapat juga sebuah gereja peninggalan Belanda dan Meseum La Galigo yang menyimpan kurang lebih 4.999 koleksi. Koleksi tersebut meliputi koleksi prasejarah, numismatic, keramik asing, sejarah, naskah, dan etnografi. Koleksi Etnografi ini terdiri dari berbagai jenis hasil teknologi, kesenian, peralatan hidup dan benda lain yang dibuat dan digunakan oleh suku Bugis, Makassar, Mandar, da Toraja. Saat ini, selain sebagai tempat wisata bersejarah, Benteng ini juga dijadikan sebagai pusat kebudayaan Sulawesi Selatan.

makassar3


2 Komentar

Temu Karya Sastrawan Nusantara

Alhamdulillah. Terima kasih atas sumbangsih para sahabat dari berbagai provinsi di Nusantara tercinta.
Setelah mencermati 515 karya sahabat-sahabat tercinta, tim penyunting menyampaikan 116 nama sebagaimana terlampir di bawah ini sebagai sastrawan/partisipan yang diundang menghadiri pesta sastra dan lesehan sastra yang akan membincang (kembali) sastra dan sastrawan masuk sekolah

116 Sastrawan/partisipan Temu Karya Sastrawan Nusantara

tksn2

Acara “Temu Karya Sastrawan Nusantara 2013”
21 s.d. 23 Desember 2013,  di FAME Hotel – jl Boulevard Gading Serpong Tangerang

Kepanitiaan

Penyelenggara

Kepala DisporaBudpar Kabupaten Tangerang
Dewam Kesenian Kabupaten Tangerang

temukarya


2 Komentar

Workshop kepenulisan – Sastra masuk sekolah

ibu2 “Bisa menulis itu keren looh …”  itu tema workshop kepenulisan di SMA San Marino Jakarta, 28 Oktober 2013. yang jelas bisa menulis itu indah karena kita bisa menemukan ide dimana-mana,  menulis itu amanah,  menulislah yang kecil tapi bertenaga dan sederhana tapi bermanfaat.  Salam kreatif

ibu3

ibu1