Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata


2 Komentar

Workshop kepenulisan – Sastra masuk sekolah

ibu2 “Bisa menulis itu keren looh …”  itu tema workshop kepenulisan di SMA San Marino Jakarta, 28 Oktober 2013. yang jelas bisa menulis itu indah karena kita bisa menemukan ide dimana-mana,  menulis itu amanah,  menulislah yang kecil tapi bertenaga dan sederhana tapi bermanfaat.  Salam kreatif

ibu3

ibu1

Iklan


5 Komentar

Mengenangmu, Mey

Mey,

Saat menulis ini aku tengah mengenangmu

dalam hujan

aku menulis tentang kota dingin dan bulan menggigil,

saat  malam tertidur tanpa doa

tak ada patahan kata atau kidung yang sempat dinyanyikan

juga ingatan yang  melintaslintas di kelopak mata

aku  menari tarian Rumi dan menulis berlembarlembar sajak cinta

dalam surat yang akan aku sampaikan pada burung Ababil. 

dan ini rinduku Mey

Okt 2012


Tinggalkan komentar

Secawan rindu

pesan  di desa Palak kutulis manis buat eremde

tentang aroma tanah, rasa lelah dan secawan rindu

dipuncak bebatu dan kebun edelweiss

 

 

 

Rini Intama – 2011

Puisi : Besakih dan aroma bunga

 

 


Tinggalkan komentar

Menuju Ranupani

Tumpang, Gubug klakah dan apel hijau

Menawari sepinggan cinta

Yang ingin kubawa pulang

 

 

Puisi : menuju Ranupani ( dalam Buku Gemulai Tarian Naz)

Rini Intama Februari 2011


3 Komentar

SAJAK HAMPA, senandung lirih di sebuah Rumah Sakit Jiwa

Di rintih jiwa melolong jerit kehidupan yang hilang

ziarahi jarum kecil menusuk dikesakitan yang kelabu
tak ada kata selain lengking jurit malam

angin menderai membawa sedu sedan sepanjang jalan
tulang belulang meluruh seketika dan hitam diam
bukan upaya tak menyebar sadar mengayuh rakit
dan biduk bergetar diriak air

tak ingkar jika melihat nestapa dalam debar
cahaya memendar melepas didepan cermin kusam
dalam waktu sepanjang badan

kerontang jiwa, kerontang raga
tatap kosong melompong
menggadai rindu tak bergejolak
tertikam lelap tak sempat ada tawa
memeluk pagi tanpa suara

dengus lirih, menggores
mencabik, menjejal dikepala
berbisik meraba keinginan
syair bertanya di mana lagu sang pipit ?

kumandang dendam merajam
tentang kesalahan sesosok damba
yang terseret arus tak bertuan

maka hilang hilanglah seraya menunggu jawab Tuhan

Jatibening
23 Maret 2010
Dalam Buku Gemulai  Tarian Naz


9 Komentar

Kumpulan Fiksi “Gadis dalam cermin”

Setelah buku  KADO SANG TERDAKWA – InsyaAllah segera terbit bulan Mei 2012, kumpulan cerita pendek /Fiksi ‘Komunitas seni dan budaya Riungan Tangerang

SALAM SERUMPUN

berbagi cerita, itulah kalimat pendek yang tercetus pada awalnya. kemudian ―Gadis Dalam Cermin‖ kumpulan fiksi ini lahir di tengah hingar bingar kelahiran buku-buku yang mewarnai dunia baca kita.

sampaikanlah beritamu, apa saja yang ingin kau sampaikan. maka 9 penulis serumpun berhimpun menyampaikan berita itu dengan suka cita. menghaturkan 40 cerita tentang cinta dan kasih sayang dalam berbagai kisah yang menarik.

jika boleh kami berbagi maka dengan segala kerendahan hati ini adalah persembahan kami.

***

Rini Intama

Tangerang, Maret 2012


10 Komentar

Tiga jam di Padang Bai

Tiga jam di Padang Bai

 

kisah ini kutulis di pantai ketika menunggumu

meminang janji tentang kapal yang akan melabuh di dermaga

satu jam berlalu aku masih bernyanyi

mengayuh biduk di danau tiga warna

dua jam  menghitung segenggam pasir

membayang lintasan buihbuih ombak di selat lombok

 

tiga jam, bahkan aku lupa namamu

 

 

Januari 2011