Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Ulasan Enes Suryadi : MENIKMATI GAMBAR-GAMBAR PERJALANAN DALAM PUISI-PUISI RINI INTAMA


bukuTanahku

 Setiap orang bisa menulis puisi dalam bentuknya yang sudah pasti. Tetapi hanya Penyair yang dengan kata-kata yang ditulisnya mampu menghadirkan suasana puisi.

 

Banyak buku puisi yang diterbitkan orang. Tetapi hanya buku puisi karya Penyair yang menghidangkan puisi-puisi.

 

Membaca puisi-puisi Rini Intama dalam buku antologinya TANAH ILALANG DI KAKI LANGIT, saya telah membaca puisi-puisi yang terhidang dalam sebuah buku puisi karya seorang Penyair. Suasana puisi hadir di semua puisi yang ditulisnya.

 

Dalam setiap genre seni, seorang kreator dituntut memiliki signature dalam gaya dan bentuk karyanya. Dan Rini Intama telah memiliki signature itu.

 

Apa yang menjadi signature Rini Intama adalah pemilihan diksinya yang sederhana namun kuat, metafor-metafornya yang hidup, dan gayanya yang bercerita. Apakah dia juga seorang cerpenis dan novelis, sehingga puisinya pun terbawa nalurinya sebagai seorang Pencerita?

 

Maka hampir di semua puisi di dalam antologi ini yang merupakan catatan tentang perjalanan, saya pun menikmati suasana puisi dalam gambar-gambar perjalanan yang diceritakan dengan begitu hidup oleh Rini Intama. Saya ikut mengalami perjalanan itu, dalam imaji visual lanskap alam dan setting suatu tempat serta orang-orang yang hadir di mata batin saya, suara-suara alam yang hadir di telinga batin saya, dan aroma bau alam yang hadir di penciuman batin saya.

 

Penyair adalah ‘jenis’ manusia yang mampu menangkap ‘makna dalam’ dari sesuatu hal yang ‘biasa’ dan dilewatkan oleh orang ‘biasa‘ dalam hidup ini, berempati, dan memberi visi keindahan ke dalamnya. Dan Rini Intama, saya merasa, telah pula memiliki hal ini. Makna dalam, empati, dan keindahan, inilah sumbangan seorang Penyair yang penting bagi manusia dan kebudayaan.

 

Begitulah, lewat salah satu puisinya yang indah, A YIN, saya mendapatkan rasa empati, makna dalam, dan sekaligus rasa indah tentang duka perjuangan perempuan-perempuan suku Cina Benteng (Tangerang) dalam mempertahankan tanah, adat dan tradisi, serta menghadapi diskriminasi secara agama dan suku bangsa sebagai minoritas di tengah peradaban Indonesia yang sedang berubah ini. Begitu pun dari puisi-puisi yang lain.

 

Begitulah, saya, telah dan mungkin pula Anda, akan mendapatkan makna dari puisi-puisi Rini Intama.

 

Selamat dan sukses, Rini!

enes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s