Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Museum Patah Hati


Berhenti Menangis di Museum Patah Hati

Jum’at, 19 Agustus 2011 – 11:33 wib
Syukri Rahmatullah – Okezone
Tetesan air mata seorang pria yang putus dengan wanita setelah empat tahun menjalin hubungan. (foto: bootsnal.com)

Tetesan air mata seorang pria yang putus dengan wanita setelah empat tahun menjalin hubungan. (foto: bootsnal.com)

SETIAP orang punya cara sendiri-sendiri untuk mengatasi dampak dari patah hati. Ada yang melampiaskan ke makanan, ada juga yang tenggelam dalam kesedihan dengan minuman keras, ada juga yang memilih bepergian.

Jika melampiaskannya dengan dua cara awal di atas, seringkali kisah lama dengan sang mantan akan terulang kembali. Cara yang seringkali efektif adalah dengan acara bepergian.

Tapi bepergian kali ini berbeda dengan biasanya. Karena bepergian kali ini untuk menyembuhkan luka di hati. Salah satu tempat yang tepat untuk itu adalah sebuah museum di Zagreb, Kroasia.

Museum ini bernama Museum of Broken Relationship. Dari namanya saja jelas terlihat bahwa museum ini memang diperuntukkan orang-orang yang sakit hati.

Museum ini didirikan pada Oktober 2010 di Zagreb, Kroasia. Didirikan Olinka Vistica dan Drazen Grubisic, museum ini memamerkan benda-benda kenangan pasangan kekasih yang memiliki makna terdalam bagi mereka.

Ide ini awalnya, saat percintaan mereka dihantam cobaan besar. Kemudian, mereka pun memutuskan untuk memamerkan momen-momen penting mereka dalam hubungan, serta beberapa benda kenangan milik beberapa teman mereka berdua. Setelah sukses, mereka pun terdorong untuk mendirikan museum ini.

Hingga kini museum tersebut telah mengumpulkan 700 buah benda yang memiliki cerita mendalam bagi sang pemilik. Bagi orang lain, mungkin benda itu adalah hal bisa. Tapi bagi pemiliknya, benda itu sangat berarti.

Museum ini memotivasi para orang yang sakit hati untuk melepaskan masa lalu mereka dengan memasukkan benda tersebut ke museum. Karena, ketika benda tersebut masuk museum, hal itu bukan lagi menjadi cerita pribadi melainkan cerita dunia.

Benda-benda di museum tersebut di antaranya adalah sebuah atasan sifon biru. Pakaian ini dikenakannya, saat suaminya mengajak makan siang. Ternyata ajakan makan siang itu untuk memberitahukan bahwa sang suami akan pergi meninggalkannya.

Ada lagi, sebuah pisau cukur. Ternyata pisau tersebut dia simpan di rumah mantan kekasihnya, sebelum sang mantan akhirnya menikah dengan orang lain. “Saya berharap dia tidak mencintaiku lagi. Dan saya berharap dia tidak tahu bahwa dia adalah satu-satunya orang yang pernah saya cintai,” kata pria tersebut.

Ada juga sebuah lampu berbentuk anjing milik seorang wanita yang diberikan kekasih prianya. Mereka akhirnya putus setelah 13 tahun menjalin hubungan. Sang pria mengijinkan mantannya untuk memiliki benda kenangan mereka, namun sang mantan malah ditemukan bunuh diri di sebuah kamar hotel.

Museum ini tentunya memiliki arti tersendiri bagi para korban patah hati. Setidaknya museum ini sebagai bukti bahwa bukan hanya Anda yang mengalami patah hati di dunia ini. Jadi lepaskanlah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s