Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata


Tinggalkan Komentar

Membaca sastra membaca Bangsa

Dalam rangka ulang tahun Perpustakaan Nasional ke 33 tahun.

kami mengundang sdr/sdri untuk hadir (terbuka untuk umum dan gratis)

Ruang Teater , Perpusatakaan Nasional 15 Mei 2013

Jl. Salemba raya Jakarta Pusat

jam 09.00 – 13.00 WIB

sastra

OLYMPUS DIGITAL CAMERA


Tinggalkan Komentar

Spring Fiesta – Pesta Musim Semi

spring2

Antologi Puisi Bilingual SPRING FIESTA [Pesta Musim Semi] adalah antologi puisi yang diikuti oleh 63 penyair dari 9 negara [Libia, Arizona, Serbia, Pakistan, India, Hongkong, Malaysia, Singapura, dan Indonesia]. Antologi yang diterbitkan oleh INDONESIAN AND ENGLISH POETRY Group dan Araska Publisher ini akan diluncurkan di Sanggar Satoeempatsatoe Indonesia,

pada Sabtu 25 Mei 2013/19.30-21.30 WIB (Halaman Olah Raga SMP PGRI I, Jl, perintis Kemerdekaan II, Kompleks Perkantoran, Cikokol, Tangerang. Kepada seluruh kawan peserta dan pecinta sastra di mana saja berada diharapkan kehadirannya. Terima kasih


Pengantar  Kurator

IBARAT selembar sobekan peta, Buku Antologi Puisi Dua Bahasa SPRING FIESTA [PESTA MUSIM SEMI] ini adalah sebuah lembar wilayah yang berskala kecil, namun berhimpun aneka macam morfologi dan bentang alam yang dibedakan, lewat nama-nama sungai, kampung, gunung, sehingga memiliki keterangan dan deskripsi yang lengkap. Maka buku ini tampil untuk mewakili semua morfologi dari para penyair dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri, yang masing-masing memiliki gairah dan genre bertutur yang sangat variatif.

Mengapa SPRING FIESTA [PESTA MUSIM SEMI] menjadi pilihan judul buku ini? Belajar dan berusaha menghormati nilai demokrasi dari semua penyair yang kemudian ditiadakan model pemberian judul buku dengan mengambil salah satu judul puisi dari salah satu penyair, maka suasana kebatinan yang fair ini akan dirasakan menjadi cukup enjoy, karena kemudian tak ada pengkultusan atas sebuah puisi. Karena terdapat anggapan: “Biarkan setiap puisi lahir, besar, dan mati dengan alami! Namun kelahiran dan kematian itu akan terus dikenang.”

S[An. Kurator: Budhi Wiryawan]


1 Komentar

Sebuah buku untuk Mandar

akoranSebuah buku Antologi ”Analekta Kappung beruq beruq - Mandar Sulawesi

Buku ini ibarat untaian melati yang dalam bahasa Mandar disebut ‘Beruq-beruq’.

Ia  tidak membosankan, semakin lama semakin semerbak. 

Seperti tersebut dalam aforisma Mandar:

beruq-beruq…minang malassu, minang sarrombong sarrinna.

(nulikan di atas tertera di lembar pembuka buku ‘Analekta Beruq-beruq: Perempuan Mandar Menjawab’)

http://kappungberuberu.wordpress.com/2013/04/07/aforisma-mandar/

aberuq


1 Komentar

DENGAN PUISI AKU (Taufiq ismail)

taufikDENGAN PUISI AKU (Taufiq ismail)

Dengan puisi aku bernyanyi

Sampai senja umurku nanti

Dengan puisi aku bercinta

Berbatas cakrawala

 Dengan puisi aku mengenang

Keabadian Yang Akan Datang

Dengan puisi aku menangis

Jarum waktu bila kejam mengiris

Dengan puisi aku mengutuk

Napas jaman yang busuk

Dengan puisi aku berdoa

Perkenankanlah kiranya


Tinggalkan Komentar

Puisi-puisi sahabat

Puisi-puisi Sahabat


2 Komentar

Di sebuah negeri tak bernama

OLYMPUS DIGITAL CAMERADi sebuah negeri tak bernama

ribuan elang menggelepar lapar

serupa kemarahan yang menerbangkan daun-daun

dan tak pernah berpulang pada tanah

di sudut negeri tak bernama

Warna langit kelabu tak mengabarkan kemarau

udara pengap merasuki aliran darah

suara mengaduh dan teriakan lantang

diantara desau angin 

entah di mana tanah tempat kaki berpijak

 

oktober 2012

Rini Intama – dalam buku “Antologi Puisi” Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang -Festival Tangerang 2012 – Sekuntum Jejak Antologi Puisi


5 Komentar

Mengenangmu, Mey

Mey,

Saat menulis ini aku tengah mengenangmu

dalam hujan

aku menulis tentang kota dingin dan bulan menggigil,

saat  malam tertidur tanpa doa

tak ada patahan kata atau kidung yang sempat dinyanyikan

juga ingatan yang  melintaslintas di kelopak mata

aku  menari tarian Rumi dan menulis berlembarlembar sajak cinta

dalam surat yang akan aku sampaikan pada burung Ababil. 

dan ini rinduku Mey

Okt 2012

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.195 pengikut lainnya.